Pada hari Senin, agen imigrasi Amerika Serikat akan dikerahkan ke bandara untuk mengatasi kemacetan di pos pemeriksaan keamanan. Langkah ini diambil oleh Presiden Donald Trump di tengah ketegangan anggaran yang berkepanjangan terkait kebijakan imigrasi yang ketat.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Minggu, Trump menyatakan, “Pada hari Senin, ICE akan pergi ke bandara untuk membantu agen TSA kami yang luar biasa yang tetap bekerja.” Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung otoritas keamanan transportasi di tengah masalah yang dihadapi akibat kekurangan anggaran.
Krisis Anggaran dan Tindakan Tegas Imigrasi
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah beroperasi tanpa pendanaan sejak 14 Februari lalu, ketika para legislator Demokrat mendesak reformasi setelah kebijakan imigrasi yang mematikan di Minnesota. Para Demokrat mengusulkan pengurangan patroli, larangan penggunaan masker wajah, dan persyaratan bagi agen ICE untuk mendapatkan surat perintah hukum sebelum memasuki properti pribadi.
Sejak awal penutupan anggaran pada 14 Februari, lebih dari 300 karyawan TSA telah mengundurkan diri. Para agen TSA telah menjalani minggu-minggu kerja tanpa gaji, menyebabkan banyak dari mereka absen dari pekerjaan dan mengakibatkan waktu tunggu yang sangat lama di lini pemeriksaan, terkadang mencapai beberapa jam.
Menurut DHS, lebih dari 300 karyawan TSA telah mengundurkan diri sejak penutupan dimulai. Beberapa petugas bahkan mengambil pekerjaan sampingan atau mengandalkan sumbangan, menurut informasi dari pejabat serikat pekerja.
Peran Agen ICE di Bandara
Tom Homan, penasihat senior presiden untuk masalah perbatasan, menjelaskan kepada CNN bahwa agen ICE tidak akan melakukan pekerjaan di bandara yang tidak sesuai dengan pelatihan mereka. “Saya tidak melihat agen ICE memeriksa mesin x-ray, karena mereka tidak terlatih untuk itu,” ujarnya. Sebagai gantinya, agen akan memberikan keamanan tambahan di lokasi yang diperlukan, seperti memantau pintu keluar.
“Kami akan menyusun rencana hari ini, dan kami akan melaksanakannya besok,” tambah Homan.
Sementara itu, Menteri Transportasi Sean Duffy menyatakan pada hari Minggu bahwa dia percaya situasi akan “menjadi jauh lebih buruk” dalam beberapa hari ke depan. “Saat situasi semakin memburuk, saya pikir itu akan memberikan tekanan pada Kongres untuk mencapai resolusi,” katanya kepada ABC.
Dampak bagi Indonesia
Krisis ini berpotensi mempengaruhi hubungan internasional, terutama bagi warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke AS. Selain itu, kebijakan imigrasi yang ketat di AS dapat menjadi perhatian bagi pemerintah Indonesia, terutama dalam upaya perlindungan warganya di luar negeri. Sebagai negara yang memiliki banyak diaspora, situasi ini menjadi penting untuk diperhatikan oleh otoritas terkait di Indonesia.
Kesimpulan
Langkah Trump untuk mengerahkan agen ICE ke bandara mencerminkan ketidakpastian yang melanda pemerintahan AS dalam menangani isu imigrasi dan anggaran. Dengan terus berlanjutnya ketegangan ini, dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan internasional, terutama dengan negara-negara yang memiliki hubungan erat dengan AS.


