Presiden Kuba Konfirmasi Pembicaraan dengan Amerika Serikat

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel berbicara tentang pembicaraan dengan Amerika Serikat

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengonfirmasi bahwa negaranya telah membuka pembicaraan dengan Amerika Serikat. Tindakan ini diambil di tengah blokade energi yang diterapkan AS yang semakin memperburuk kondisi di pulau Karibia tersebut.

Pembicaraan ini dianggap penting karena AS telah menerapkan blokade yang parah setelah penggulingan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari lalu. Kuba sangat bergantung pada pasokan energi dari Venezuela dan Meksiko, yang sebelumnya membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar pulau tersebut.

Blokade Energi AS dan Dampaknya

Blokade dan tarif yang diterapkan oleh AS terhadap negara mana pun yang berani menjual minyak ke Kuba telah menghambat kemampuan Kuba dalam memproduksi listrik. Akibatnya, pulau ini mengalami pemadaman listrik yang masif dan keadaan darurat energi yang berkepanjangan.

Dalam pernyataannya pada hari Jumat, Diaz-Canel menjelaskan bahwa pemerintah Kuba sedang berusaha keras untuk meningkatkan produksi energi sendiri. Namun, upaya tersebut terhalang karena tidak ada pasokan minyak yang tiba di pulau itu selama tiga bulan terakhir.

Pembicaraan untuk Solusi Bilateral

Diaz-Canel menegaskan bahwa pembicaraan dengan AS bertujuan untuk menemukan solusi atas perbedaan bilateral yang ada antara kedua negara. Ia menyebutkan bahwa dampak dari blokade energi AS telah sangat besar, mempengaruhi komunikasi, pendidikan, transportasi, dan layanan kesehatan di Kuba. Situasi ini telah memaksa ribuan tindakan medis ditunda dan membuat banyak toko roti beralih menggunakan oven berbahan kayu dan batu bara.

Pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS terkait pernyataan Diaz-Canel belum diketahui.

Komunikasi Rahasia antara AS dan Kuba

Setelah pernyataan Diaz-Canel, dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah melakukan pembicaraan rahasia dengan pemerintah komunis Kuba. Rubio juga dilaporkan telah bertemu secara diam-diam dengan Raul Guillermo Rodriguez Castro, cucu pemimpin Kuba yang sudah pensiun, Raul Castro, saat pertemuan kepemimpinan Karibia baru-baru ini di St. Kitts dan Nevis.

Dalam sebuah video yang direkam, Diaz-Canel mengungkapkan bahwa ia memimpin pembicaraan dari sisi Kuba bersama Castro dan pejabat lainnya. Rodriguez Castro, yang dikenal sebagai “El Cangriejo” atau “Si Kepiting,” terlihat duduk di belakang Presiden Diaz-Canel di antara sekelompok pejabat tinggi komunis.

Sejarah Ketegangan Selama Hampir 70 Tahun

Diaz-Canel menekankan bahwa pembicaraan ini dimulai sebagai upaya untuk menentukan kesediaan kedua pihak dalam mengambil tindakan konkret demi kepentingan rakyat dari kedua negara. Ia menambahkan bahwa Kuba akan berpartisipasi dalam pembicaraan dengan menghormati kedaulatan dan penentuan nasib sendiri.

Seorang warga Kuba, Elvis Hernandez, menggambarkan perasaan banyak warganya dengan menyatakan, “Kuba sangat putus asa. Anda tidak bisa hidup tanpa air atau listrik. Itu sebabnya kami ingin mencapai konsensus. Jika ada pembicaraan, biarkanlah mereka produktif dan memberikan hasil yang baik.”

Selain masalah energi, warga Kuba juga menghadapi kenaikan harga barang-barang pokok dan kekurangan obat-obatan.

Kuba dan AS telah menjaga hubungan yang antagonis selama hampir tujuh dekade. Meskipun sudah ada sinyal dari AS mengenai pembicaraan, ketegangan yang ada masih menyelimuti kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>