Ketergantungan Minyak RI pada Timur Tengah Lebih Rendah dari Tetangga
JAKARTA – Ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah ternyata lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, dalam acara Central Banking Forum 2026 yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin (14/4).
Faisal menjelaskan bahwa semua negara, termasuk Indonesia, perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang akan datang, terutama dalam hal ketahanan energi. Namun, menurutnya, situasi ketergantungan Indonesia cukup menggembirakan. “Kalau melihat bagaimana ketergantungan RI terhadap minyak, sebetulnya jauh lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” tuturnya.
Perbandingan Ketergantungan dengan Negara Lain
Faisal memberikan contoh konkret untuk menjelaskan situasi ini. Ia mencatat bahwa Filipina memiliki ketergantungan yang sangat tinggi, mencapai 95 persen, terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah. Di sisi lain, Malaysia juga hampir menyentuh angka 70 persen. Sementara itu, Indonesia hanya memiliki ketergantungan sekitar 20 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil melakukan diversifikasi sumber impor minyak. Salah satu contohnya adalah dengan mengimpor dari negara-negara di Afrika,” tambah Faisal.
Dampak Ketergantungan Tinggi di Negara Lain
Faisal juga mengaitkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada energi dengan kebijakan yang diambil oleh negara tersebut. Contohnya, Filipina yang memiliki ketergantungan minyak yang tinggi harus mengumumkan kebijakan work from home (WFH) dalam skala yang lebih besar dibandingkan dengan Indonesia. “Karena memang ketergantungannya sangat tinggi,” ujarnya, menunjukkan bahwa ketahanan energi yang lebih baik dapat memberikan stabilitas lebih bagi sebuah negara.
Kesimpulan
Dari penjelasan tersebut, jelas bahwa Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam hal ketahanan pasokan minyak dibandingkan dengan negara-negara seperti Filipina dan Malaysia. Dengan diversifikasi sumber impor dan pengurangan ketergantungan terhadap Timur Tengah, Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan energi di masa depan. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengambil kebijakan dan masyarakat untuk terus mendukung inisiatif diversifikasi energi agar ketahanan energi nasional semakin kuat.


