Category: Internasional

Krisis kemanusiaan Sudan dan konferensi donor di Berlin

Konferensi Sudan di Berlin: Menghadapi Krisis Kemanusiaan yang Terlupakan

Krisis kemanusiaan di Sudan semakin mengkhawatirkan di tengah konflik yang berkepanjangan, dan konferensi donor yang berlangsung di Berlin bertujuan untuk meredakan penderitaan rakyat Sudan.

Selama tiga tahun terakhir, Sudan terjebak dalam perang saudara yang brutal, yang telah mengakibatkan sekitar 150.000 orang kehilangan nyawa. Saat ini, sekitar 12 juta orang Sudan terpaksa meninggalkan rumah mereka, hampir seperempat dari total populasi negara tersebut. Selain itu, lebih dari 33 juta orang di dalam negeri—sekitar dua pertiga dari populasi—sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Konferensi yang diadakan di Berlin pada Rabu lalu ini melibatkan perwakilan dari Uni Eropa, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Afrika yang mencakup 55 negara di benua Afrika. Tujuan utama mereka adalah untuk mengamankan dana tambahan yang dapat mendukung populasi Sudan dan memastikan bahwa konflik ini tidak terabaikan di tengah berbagai krisis global lainnya.

Perjuangan untuk bantuan kemanusiaan di Sudan

Mahmoud Ali Youssouf, diplomat dari Djibouti yang juga menjabat sebagai Ketua Uni Afrika, melakukan pertemuan singkat dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Merz mengungkapkan kekhawatirannya atas situasi di Sudan, di mana lebih dari 20 juta orang menghadapi ancaman kelaparan. “Itu hampir setengah dari populasi negara tersebut. Jerman adalah salah satu penyedia bantuan kemanusiaan terbesar, dan kami mendukung semua upaya untuk mencapai gencatan senjata di sana,” ujar Merz.

Namun, Merz juga menyadari bahwa peluang untuk mencapai gencatan senjata antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sangat kecil. Menariknya, perwakilan dari kedua pihak yang berkonflik tidak hadir dalam konferensi di Berlin. Konferensi serupa yang diadakan di London setahun yang lalu juga tidak menghasilkan kesepakatan, demikian pula dengan konferensi di Paris pada tahun 2024. Oleh karena itu, fokus utama konferensi di Berlin adalah mengumpulkan janji finansial untuk membantu populasi yang kelaparan.

Pentingnya perhatian global terhadap Sudan

Ali Youssouf menekankan pentingnya menggalang perhatian global terhadap penderitaan rakyat Sudan. “Saat dunia berfokus pada Iran, Ukraina, dan krisis lainnya, sangat dihargai bahwa Jerman mengangkat agenda ini, sehingga kita tidak kehilangan fokus pada penderitaan rakyat Sudan,” ujarnya.

Namun, sumbangan dari negara-negara donor cenderung menurun. Pada tahun 2024, negara-negara donor global memberikan sumbangan total sebesar $2,07 miliar (€1,91 miliar) untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat Sudan. Namun, pada tahun 2025, jumlah tersebut turun menjadi hanya $1,77 miliar, yang diperkirakan hanya mencakup sekitar 40% dari kebutuhan nyata.

Faktor penurunan bantuan dan dukungan dari Jerman

Penurunan drastis dalam bantuan ini dipicu oleh pemotongan signifikan yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump serta pergeseran fokus negara-negara Barat yang lebih berkaca pada konflik di Iran dan Ukraina. Pada konferensi di London setahun yang lalu, janji dukungan sekitar satu miliar euro diperoleh, dan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengharapkan jumlah yang serupa di Berlin.

Untuk itu, Menteri Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan, mengumumkan rencana untuk meningkatkan bantuan Jerman sebanyak €20 juta, dengan fokus utama pada perempuan yang menjadi pilar keluarga dalam situasi ini. Dalam siaran pers sebelum konferensi, ia menyatakan, “Sementara banyak pria tidak hadir karena perang, perempuan menjaga keluarga dan memenuhi kebutuhan mereka. Kerjasama pembangunan Jerman mendukung populasi Sudan serta pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik ini.”

Kesimpulan

Konferensi di Berlin mencerminkan upaya global untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang menghancurkan di Sudan. Meskipun tantangan untuk mencapai gencatan senjata tetap besar, harapan akan dukungan finansial yang lebih besar menjadi langkah awal untuk membantu rakyat Sudan yang menderita. Perhatian dunia terhadap konflik ini sangat penting agar masyarakat internasional tidak melupakan penderitaan yang dialami oleh rakyat Sudan.