AfD Jerman: Mengapa Partai Ekstrem Kanan Ini Makin Populer?
Pemilih di Jerman semakin memperlihatkan dukungannya kepada partai populis ekstrem kanan, Alternative for Germany (AfD). Meskipun platform partai ini tidak terlalu ramah terhadap pekerja, hasil pemilihan menunjukkan tren yang mencolok.
Kemenangan AfD di Pemilihan Negara Bagian
Pada pemilihan negara bagian di Rhineland-Palatinate, AfD meraih kesuksesan dengan mendapatkan 19,5% suara, lebih dari dua kali lipat dibandingkan pemilihan lima tahun lalu. Hasil ini bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil pemilihan di Baden-Württemberg yang berlangsung dua minggu sebelumnya.
AfD kini menjadi partai terpopuler di kalangan pemilih kelas pekerja dan berpenghasilan rendah, dengan 39% dari kelompok ini memilihnya. Ini menjadi perhatian mengingat beberapa cabang regional AfD telah dilabeli sebagai ekstremis oleh badan intelijen dalam negeri.
Tendensi di Seluruh Jerman
Tendensi ini terlihat jelas di kawasan timur negara, yang merupakan bekas Jerman Timur, di mana AfD kini menerima hampir setengah dukungan dari pekerja sektor biru. Keberhasilan ini menjadi faktor kunci pertumbuhan partai yang kontroversial ini.
Saat perekonomian mengalami stagnasi dan ribuan pekerjaan industri hilang, para analis politik mengaitkan keberhasilan AfD dengan satu alasan utama: ketakutan akan kehilangan pekerjaan dan penurunan sosial. Frank Brettschneider, peneliti komunikasi dari Universitas Hohenheim, menyatakan bahwa AfD mendukung dan memperkuat kekhawatiran yang ada di kalangan kelas pekerja.
Pengaruh Terhadap Partai Sosial Demokrat
Partai Sosial Demokrat (SPD), yang merupakan salah satu partai pekerja tertua dan paling tradisional di dunia, mengalami penurunan suara selama bertahun-tahun. Analisis pemilihan oleh lembaga survei Infratest dimap menunjukkan bahwa 71% responden setuju dengan pernyataan bahwa SPD tidak lagi jelas berpihak kepada pekerja.
AfD kini berusaha mengisi kekosongan ini. Partai ini berhasil memanfaatkan stereotip, dengan menyatakan bahwa pejabat dari partai lain tidak memahami realitas kehidupan masyarakat. Dalam kampanye, mereka sering mengatakan, “Mereka yang berkuasa tidak tahu bagaimana kehidupan Anda sebenarnya. Tapi kami tahu,” dan narasi ini terdengar akrab di telinga pemilih.
Prioritas Pemilih Kelas Pekerja
Walaupun pemilih kelas pekerja tidak memberikan AfD pujian untuk keahlian dalam kebijakan ekonomi atau keadilan sosial, mereka lebih mengutamakan kebijakan suaka dan pengungsi serta pemberantasan kejahatan dibandingkan keahlian ekonomi. Tema-tema ini mendominasi kampanye pemilihan AfD, di mana mereka mengaitkan isu-isu seperti kesejahteraan dan sewa yang terjangkau dengan migrasi. Mereka menggambarkan imigran sebagai ancaman bagi standar hidup masyarakat Jerman, sehingga menarik perhatian pemilih yang khawatir akan penurunan sosial.
Pandangan ini bertolak belakang dengan penilaian ekonom terkemuka yang melihat imigrasi sebagai kunci untuk mempertahankan masyarakat Jerman yang makmur. Sebuah analisis oleh German Institute for Economic Research (DIW) pada tahun 2025 menyimpulkan bahwa peningkatan migrasi memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi Jerman yang kuat.
Kesimpulan
Marcel Fratzscher, Presiden DIW, menyatakan bahwa korban utama dari kebijakan AfD adalah pemilihnya sendiri. AfD mendukung kebijakan ekonomi dan fiskal yang sangat neoliberal, yang lebih fokus pada pemotongan pajak untuk orang kaya dan membatasi peran negara. Menurut Fratzscher, tidak ada partai di Bundestag yang menginginkan pemotongan manfaat sosial lebih dalam dibandingkan AfD. Dengan demikian, meskipun AfD mendapatkan dukungan yang signifikan dari kelas pekerja, kebijakan mereka berpotensi merugikan kelompok ini dalam jangka panjang.

