Hungaria mengambil langkah tegas dengan menghentikan pengiriman bahan bakar ke Ukraina di tengah ketegangan yang meningkat dengan Kyiv. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat, Perdana Menteri nasionalis Viktor Orban mengungkapkan bahwa negaranya akan menggunakan ‘segala cara’ untuk menyelesaikan perselisihan yang berkepanjangan mengenai pasokan minyak Rusia yang terhambat ke Budapest dan Bratislava.
Latarnya Ketegangan di Antara Hungaria dan Ukraina
Ketegangan antara Budapest dan Kyiv telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir terkait dengan kerusakan pada pipa minyak Druzhba, yang mengalirkan minyak mentah Rusia ke Eropa Tengah. Kedua negara, yang merupakan anggota Uni Eropa, menuduh satu sama lain atas keterlambatan perbaikan pipa yang dianggap bermotif politik. Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa perbaikan sedang dilakukan.
Pernyataan Viktor Orban
Dalam pernyataannya di radio negara, Orban mengklaim bahwa Ukraina melakukan pemerasan terkait pasokan minyak. “Kami telah menghentikan pengiriman bensin ke Ukraina dan juga tidak mengirimkan diesel. Kami masih menyuplai listrik, tetapi kami akan menghentikan pengiriman barang-barang penting untuk Ukraina melalui Hungaria sampai kami menerima persetujuan dari Ukraina untuk pengiriman minyak,” ungkap Orban.
Pada hari Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pipa tersebut memerlukan waktu tambahan empat hingga enam minggu untuk dapat beroperasi kembali. Direktur perusahaan energi negara Ukraina, Naftogaz, Sergiy Koretsky, mengonfirmasi bahwa tim perbaikan sedang bekerja untuk membuat jalur alternatif di sekitar bagian pipa yang rusak. Namun, mereka mengalami kesulitan akibat ancaman serangan Rusia yang mengganggu pekerjaan mereka.
Kasus Tahanan di Budapest
Di sisi lain, ketegangan semakin memuncak ketika Ukraina menuduh Hungaria mengambil tujuh karyawan bank mereka sebagai ‘tahanan’. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengungkapkan bahwa para karyawan tersebut adalah pegawai Oschadbank, sebuah bank milik negara Ukraina, yang saat itu sedang dalam perjalanan dengan dua mobil bank antara Austria dan Ukraina.
Menurut laporan, lokasi karyawan tersebut tidak diketahui, tetapi data sinyal GPS menunjukkan bahwa mobil mereka berada di pusat Budapest, dekat salah satu lembaga penegak hukum Hungaria. “Kami berbicara tentang Hungaria yang mengambil sandera dan mencuri uang. Ini adalah terorisme negara dan pemerasan,” tambah Sybiha di media sosial.
Mengapa Hubungan Ukraina dan Hungaria Memburuk?
Hubungan antara Hungaria dan Ukraina telah tegang, terutama karena Orban tetap mendukung Rusia meskipun invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022. Ketegangan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir di mana Orban meningkatkan serangan politik terhadap Ukraina, terutama menjelang pemilihan parlemen yang akan datang pada 12 April mendatang.
Orban juga menolak beberapa paket bantuan Uni Eropa untuk Ukraina serta sanksi terhadap Rusia. Terbaru, perdana menteri Hungaria tersebut memblokir pinjaman Uni Eropa senilai €90 miliar (sekitar $106 miliar) untuk Ukraina, dengan syarat agar Kyiv membuka kembali pipa minyak terlebih dahulu.
Kesimpulan
Ketegangan antara Hungaria dan Ukraina menunjukkan betapa rumitnya dinamika geopolitik di Eropa Tengah. Sikap keras Orban, yang tetap berpegang pada dukungan untuk Rusia, memperburuk hubungan bilateral dan menambah tantangan bagi Ukraina dalam menghadapi krisis energi dan politik saat ini. Situasi ini bukan hanya berpengaruh bagi kedua negara, tetapi juga dapat berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk bagi Indonesia yang mengamati perkembangan ini dengan seksama.


