Said Abdullah: Ancaman Era Post-Truth dalam Masyarakat Kita
Surabaya – Dalam pidatonya di acara Halalbihalal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pada Minggu (12/4) di Surabaya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, menyoroti tantangan besar yang dihadapi masyarakat saat ini, yaitu memasuki era post-truth atau pascakebenaran yang memengaruhi kehidupan sosial dan politik. Ia menjelaskan bahwa era ini ditandai oleh kesulitan dalam membedakan antara kebenaran dan kebohongan, kejujuran dan penipuan, serta otentisitas dan kepalsuan.
Fenomena Post-Truth dan Media Sosial
Said Abdullah menyatakan bahwa fenomena post-truth semakin meluas, terutama dipicu oleh perkembangan media sosial. Media sosial memberikan platform bagi individu untuk menampilkan identitas yang tidak autentik, yang dapat menyesatkan masyarakat. Hal ini, menurutnya, berpotensi membuat orang terjerumus dalam informasi yang salah dan manipulatif.
Contoh Sejarah dari Praktik Kepalsuan
Dalam pidatonya, Said juga mengingatkan bahwa praktik kepalsuan bukanlah hal baru. Ia memberikan contoh dari sejarah, mengacu pada Musailamah al-Kadzdzab, yang pada masa Nabi Muhammad SAW berusaha memalsukan ayat-ayat Al-Qur’an. “Bahkan di zaman Rasulullah, ada yang mencoba memalsukan ayat-ayat kitab suci,” ungkapnya, menekankan bahwa tantangan mengenai kebenaran sudah ada sejak lama.
Dampak Era Post-Truth di Indonesia
Bagi masyarakat Indonesia, era post-truth dapat berdampak negatif dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan meningkatnya informasi yang tidak valid, masyarakat mungkin menjadi skeptis terhadap berita dan informasi yang benar. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpercayaan terhadap institusi dan pemerintah, serta memperburuk polarisasi sosial di tengah masyarakat. Dalam konteks pemilu atau isu-isu politik, fenomena ini dapat mempengaruhi pilihan masyarakat dan menciptakan ketidakstabilan.
Said Abdullah berharap agar masyarakat lebih kritis dalam menyaring informasi, dan tidak mudah percaya pada berita yang beredar tanpa klarifikasi yang jelas. Ia juga mendorong partai politik dan pemimpin untuk lebih transparan dan jujur dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kesimpulan
Pidato Said Abdullah di acara Halalbihalal DPD PDI Perjuangan Jatim mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan era post-truth dan bahayanya bagi kehidupan sosial dan politik. Dalam menghadapi tantangan ini, dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, media, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan informasi yang sehat dan dapat dipercaya.









